Design Your Own Wedding Card

Hai.. Hai..
Selamat sore dari distrik Cibitung!

Saat ini saya sedang duduk di kursi di depan layar komputer. Istirahat sejenak dari keramaian pekerjaan di hari ini. Beres makan rujak dan sedang mendengarkan suara hujan yang lumayan deras.

Di saat-saat kaya gini, mungkin cocoknya tuh nulis tentang yang galau-galau gundah gulana gitu ya. Tapi berhubung saya lagi ga galau (aciee... padahal lagi PMS, haha), saya mau nulis tentang nikah lagi deh.

Nah, kalo di postingan sebelumnya saya bahas tentang persiapan pernikahan secara keseluruhan, kali ini saya mau nulis tentang salah satunya aja. Apa itu? Coba tebak! Yap, dari judul juga udah keliatan kan ya.. Yoi.. yang mau saya tulis adalah tentang Kartu Undangan.

Kartu Undangan..
Sebenernya bentuk undangan itu sendiri ga harus dalam bentuk kartu. Ada banyak macam benda yang bisa dijadiin sebagai undangan. Bisa dari kipas, tas jinjing, kalender, DVD, dan masih banyak lagi. 

Beragamnya bentuk undangan itu sendiri, mungkin karena undangan dalam bentuk kartu hanya memberikan manfaat yang sementara. Maksudnya, kartu undangan tersebut hanya kita baca, kita serap infonya, dan kemudian berakhir di tempat sampah. Sementara itu, undangan dalam bentuk kipas misalnya, bisa memberikan manfaat yang lebih. Yap, kipasnya kan bisa dipake buat geber-geber, apalagi buat orang Bandung yang tinggal di Bekasi, yang selalu ngerasa kepanasan (curhat, hha). 

Namun dari banyak pilihan tersebut, saya dan suami akhirnya tetep memilih undangan dalam bentuk kartu. Cocok di budget, cocok di konsep. And don't forget, sebelum menentukan konsep undangan yang akan digunakan, kita bebas sebebas-bebasnya mencari referensi dan menentukan undangan seperti apa yang kita inginkan. 

Nah ini dia undangan simple yang merebut perhatian saya..

Motifnya saya suka, pun jenis font-nya.
Namun untuk warna, hijau tetap pilihan utama.
Setelah menemukan apa yang saya maui, selanjutnya adalah tinggal merealisasikan kartu undangan tersebut. Perihal konsep undangan ini, suami ga terlalu ikut campur. Dia lebih ke ngerem jikalau ada konsep yang aneh-aneh (arab maklum, kalo lagi ngekhayal, pikirannya suka mendadak dangdut :D).

Selanjutnya yang kami lakukan adalah mencari vendor yang pas. Pas di harga, pas di konsep, tetep ya! Dan lagi-lagi jarak dan waktu yang kami miliki menjadi kelemahan juga, dimana kami tidak bisa kukurilingan di Bandung untuk mencari vendor sekaligus survey langsung. Awalnya kami sempat menemukan vendor lokal (Bandung maksudnya), namun ternyata beliau mungkin kurang berminat ya menghadapi saya yang banyak maunya. Padahal saya ga pernah minta jajan sama dia, asli. Suweeer.

Lupakan vendor lokal, mari coba yang interlokal. Setelah pencarian yang difasilitasi om Google, kami menemukan 1 vendor yang... ah kukira itu sesuai dengan kebutuhan kami. Ternyata vendornya ini berasal dari Yogyakarta, ayy kota yang sama saat kita memesan cincin tunangan. Nama vendornya adalah Kamajaya Kreasindo. Sama mereka, komunikasinya enak. Banyak revisi juga ga pernah ngeluh. Paslah pokonya.

Untuk komunikasi, kami jalani via email dan whatsapp. Awalnya, kami mengirimkan konsep desain yang kami inginkan. Kemudian vendornya mendesain dan desainnya dikirim via email. Untuk konsep awal, kami ingin undangan itu bermanfaat sebagai kalender. Nih jadinya kaya gini..


Undangan versi 1

Untuk motifnya saya suka, tapi warnanya terasa gelap. Daaan, kami baru ingat, there's no space for a map. Akhirnya kami memutuskan untuk mengganti kalendernya dengan peta lokasi. And taraaam.. ini dia hasilnya :)

Undangan versi 2

Sukaaak sama hasil desain yang kedua ini. Warnanya lebih cerah dan soft. Perpaduannya cociks. Cuma diganti warna aja tapi look nya jadi jauh berbeda ya.. Kalo temanya merah muda, udah saya pake undangan ini. Sayangnya kita pakenya ijo. So, kita harus buat undangan ini lebih ijo!

Oia karena fungsi kalendernya udah ga ada, saya ganti dengan tambahan pembatas buku. Mudah-mudahan bermanfaat ya buat yang nerima undangan, terutama yang suka baca :D

Dan revisi selanjutnya menghasilnya desain undangan yang 'ijo'! Yeay, I love it! Terima kasih untuk tim Kamajaya Kreasindo yang telah merealisasikan apa-apa yang ada di kepala saya tentang desain undangan pernikahan kami. Yap, finally, kami pake undangan yang ini.

Undangan Siti & Adit Fix :)

Setelah proses selama hampir sebulan (termasuk waktu untuk desain), akhirnya undangan kami nyampe juga ke Bandung, tepat pas liburan akhir tahun. Nah di last minute, saya kepikiran untuk nambahin pita di pembatas bukunya. Alhasil, liburan akhir tahunnya dimanfaatin buat finishing undangan. Dan inilah undangan versi real nya.

Undangan & Pembatas Buku

Finishing pembatas buku juga undangannya cukup menghabiskan waktu. Alhamdulillah datang bala bantuan dari kawan saya, Imelda. Dia bener-bener ngebantu banyak. Mulai dari nyiapin undangan, nyebarin undangan, sampe jadi pager ayunya juga. Tengkyu Imeldaks! Semoga cepat nyusul ya sayang :* aamiin.

Oia, last but not least, di Kamajaya Kreasindo ini kamu bisa sekalian bikin buku tamu juga loh. Nanti desain buku tamunya bakal disesuain sama undangannya. Match deh! Ini dia buku tamu punya kami.


Guest Book Siti & Adit

Itulah cerita tentang proses pembuatan undangan pernikahan kami. Alhamdulillah segala proses persiapan ini bisa kami lewati dengan baik. Meskipun dalam perjalanannya, ada la yah kerikil-kerikil yang bisa bikin kami terpeleset, untungnya ga sampe jatoh, hhe. Dan ya.. selamat datang di bulan April! Jangan lupa bahagia :))

"Mantapkan prosesnya, nikmati hasilnya!"


alamrunitis
04/04/16
17:58

Our Wedding Preparation

Hai hai.. I'm back!

Setelah beberapa bulan puasa nulis, finally ada juga keinginan dan kesempatan untuk nge-blog lagi. Anyway, sekarang status saya sudah berbeda loh kawan. I am a wife now! Alhamdulillah :D. 

Yap, kemaren-kemaren waktu saya tersita oleh persiapan pernikahan dengan si Partner. Hampir semua detail resepsi kami persiapkan berdua. Secara kami berdua adalah anak pertama dan cucu pertama. Untungnya ada tim WO yang bantu persiapan kami. Alhamdulillah mengurangi beban pisaaan.

22 Januari 2016
Alhamdulillah akad nikah berjalan lancar and
happy birthday Suami :))

Apa aja sih persiapan yang kami lakukan? Ga ada yang spesial sih, just like bride & groom to be do. This is it...
  • Saya menyusun sebuah tabel dengan isiannya: item yang harus disiapkan, detailnya seperti apa, expected budgetnya berapa, dan jadwal pelaksanaannya. Di tahap awal ini kita diberi kesempatan untuk mendeskripsikan pernikahan impian kita seperti apa. Jangan takut mengeksplorasi diri dan pasangan tentang apa yang diinginkan, (meskipun mungkin nantinya bakal kepentok juga sama budget), at least... kamu dan pasangan bakal mengetahui keinginan masing-masing yang harus dipenuhi. Buat sumber referensi, kamu bisa buka thebridedept.com atau bridestory.com , dijamin males nutup itu halaman :D
  • Setelah tabelnya terisi semua, silakan mulai action untuk cari vendornya. Ini bagian yang cukup sulit, karena kamu harus menemukan kecocokan dengan vendor yang akan diajak kerjasama. Baik itu kecocokan dari segi finansial ataupun servis mereka. Di bagian ini, kamu bisa membuat comparation table untuk mempermudah dalam pemilihan vendor.
  • Nah kalo vendornya udah dapet, next step-nya bakal lebih mudah, karena ada yang bakal bantu buat merealisasikan konsep yang kamu punya. Yang terpenting dari tahap ini adalah kamu harus mampu mengkomunikasikan dengan baik apa yang kamu inginkan dengan penyampaian yang baik juga tentunya. Insya Allah vendor bakal dengan senang hati membantu.
  • Setelah melalui tahapan di atas, saatnya kamu mengontrol dari sisi jadwal dan budgetnya. Jangan sampai ada yang terlewat. Tabel itu juga bisa membantu kamu untuk mengetahui biaya yang harus kamu persiapkan tiap bulannya. Biar ga keteteran.
  • Jika semua item yang harus dipersiapkan sudah terpenuhi, ga ada yang perlu kamu khawatirkan. Cukup bersantai ria dan menikmati sisa-sisa masa lajang kamu (meskipun sulit, tapi kamu harus tetap tenang).
  • Nanti sekitar H-1 minggu saatnya kamu meeting dengan vendor dan panitia. Penting nih buat kelacaran acara. Meeting ini bakal buat kamu lebih tenang, yakin! Mungkin karena setelah meeting ini, detail acara dan PIC udah lebih jelas. There's nothing to worry about. Just wait, then, enjoy your wedday.
Itulah persiapan yang kami lakukan. Mungkin terasa agak kaku karena harus pake tabel segala. But, I'm an estimater. Masa iya kerjaan diestimate, tapi acara sendiri enggak. hhe.. Ribet ga ribet ga? Sebenernya kalo kita tenang, mengurangi kekhawatiran, semua tahapannya gakan terasa ribet. Dan jujur aja, itu yang sulit saya lakukan. Banyak khawatirnya, bahkan sampe sempet kena tipes sekitar 3 bulan sebelum nikah. Itulah yang harus dihindari. Kalo sakit tuh, semuanya jadi tersendat. Ya kerjaan, ya persiapan nikah, ya merembet ke segala-gala. Jangan sampe yaa.

Kalo kata suami mah, mau tenang mau khawatir, kalo Allah berkehendak kita menikah, ya pasti nikah. Kalo kita tenang, ya kita dapet bonus. Udah mah tenang, pernikahannya lancar pula. Kalo kita khawatir, ya kasian badan sama pikiran kita. Sia-sia sudah khawatir selama ini, toh Allah udah menggariskan pernikahan kita lancar. So, now, yang harus kita lakukan adalah berdoa agar pernikahannya lancar.

"Tetap tenang, karena cuma itu caranya kalau ingin tetap tenang." -PidiBaiq-
Last but not least, I wanna say THANK YOU SO MUCH untuk semua yang telah membantu kita mempersiapkan semuanya dari awal sampe hari H. Semua takkan tersaji indah tanpa kalian!

Wedding Reception
Wedding Card KAMAJAYA KREASINDO
Place GEDUNG BHHH2 PANORAMA INDAH LEMBANG
Decoration TYA ASTRIA DECORATION
Photo CIPITPHOTOGRAPHY
Bride's & Groom's Attire TYA ASTRIA WEDDING
Make Up TYA ASTRIA WEDDING
Wedding Organizer TYA ASTRIA WEDDING ORGANIZER


Tya Astria Wedding Organizer

Susah begaya normal kalo foto bareng Cipitphotography mah

Overall, sedari awal saya dan suami ingin pernikahan yang simple. Ga harus wah, yang penting sah. Fortunately, kami bertemu vendor yang bisa meng-cover keinginan kami. Komunikasi dan koordinasi berjalan lancar walaupun jarak memisahkan hha (saya di Bekasi, suami di Jakarta, vendor di Bandung & Yogyakarta).

1. Tya Astria Wedding

Ini adalah vendor rekomendasi dari temen yang menikah beberapa bulan sebelum saya, Agria (thanks Gi :D). Dia orang Lembang yang ternyata milih vendor asal Cibiru. Setelah dipertimbangkan dari berbagai sisi, akhirnya saya dan suami juga milih vendor ini. Dari segi kelengkapan, vendor yang dipegang Teh Tya ini dapat memenuhi yang kami butuhkan. Mulai dari busana, rias, entertain, dekorasi, MC, WO, sampe ke alat catering (karena catering kami masak sendiri, tanpa vendor maksudnya).
Teh Tya ini ngerti banget apa yang kami maui. Terutama dari segi acara, dia banyak ngasih saran dan solusi. Dia juga ngerti banget dengan kami yang jarang di Bandung, sehingga jadwal fitting baju sampe beberapa kali cancel. Sampe-sampe saya baru fitting seminggu sebelum hari H, yang baju orang tua malah disusulin ke rumah buat fitting. Top teh Teh Tya dan timnya. Terima kasih sangat, Teh!


2. Cipit Photography

Vendor yang 1 ini juga kami dapat atas rekomendasi temen, Yulia dan Mufti, yang menikah sekitar sebulan sebelum kami. Setelah dirasa cocok, kami memutuskan untuk juga memakai vendor ini. Sang fotografer, A Egha, enak banget diajak komunikasinya. Lagi-lagi kecocokannya adalah dia bisa mengerti apa yang kita maui (yang mungkin beda kaya orang kebanyakan). Dia mengerti keinginan kami yang harus dipenuhi, baik itu saat prewed maupun saat hari H. Hasil fotonya pun memuaskan. Nuhun, A!

Over all, yang terpenting saat pemilihan vendor adalah banyak nanya sama sekitar kamu. Apalagi kalo ada yang lagi mempersiapkan pernikahan juga. Sharing info bisa bermanfaat banget buat dapet vendor yang kamu butuhkan. Selamat berjuang untuk Kamu.. Kamu.. Ya kamu.. yang lagi sibuk mempersiapkan pernikahannya. Semoga selalu diberi kelancaran ya.. Aamiin..


For futher information:

KAMAJAYA KREASINO
   WA : 08882808556
   IG : kamajaya_kreasindo
   Web : kamajaya.info

CIPITPHOTOGRAPHY
   WA : 08996190027
   IG : cipitphotography
   Web : cipitphotography.com

TYA ASTRIA
   WA : 081222206482
   IG : tyaastria , tyaastriawedding
   Web : astriaweddinggallery.com


alamrunitis
04/03/16
14:27

PAST and PRESENT

Jika orang bilang, hidup itu seperti roda, mungkin memang benar adanya. Hidup terus berputar seperti putaran roda, kadang di atas, kadang di bawah.. dan di setiap putarannya kita dipertemukan dengan keadaan dan orang yang berbeda. Kita bertemu, berkenalan, bergaul dalam keseharian, hingga pada akhirnya apakah mereka akan menetap, atau malah pergi meninggalkan kita… It’s a matter of choice.

Tahun depan merupakan awal yang benar – benar baru untuk saya. Yap, saya akan menjadi seorang istri dari lelaki bernama Aditya Rahman. Insya Allah. Saat ini persiapan untuk akad dan resepsi hampir rampung. Tinggal detail – detail kecil yang harus kami kerjakan. Mungkin jika waktunya sudah dekat, kami akan lebih fokus lagi menyiapkan segalanya.

Dan sekarang, di atas kasur, saya tengah menyiapkan salah satu perintilannya. Memilah foto – foto untuk nantinya dipajang saat resepsi. Saya kira ini adalah pekerjaan mudah (karena memang benar mudah, saya tinggal buka laptop, buka folder foto, dan memilah foto mana yang akan saya pajang), tapi nyatanya tidak semudah yang dikira.

Ketika saya membuka satu folder foto, pikiran dan hati saya pun ikut membukakan pintunya tentang foto dalam folder tersebut. Kenangan – kenangan yang terkandung dalam foto tersebut mendadak bermunculan. Ketika ada potongan kenangan yang terlupakan, otak saya berusaha mencari kepingannya, berusaha melengkapi kenangan tersebut. So, automatically.. mata saya menerawang ke atas, merasakan kenangan tersebut, kemudian tersenyum simpul…”Ah, ternyata saya telah melewati masa itu”.

I’m a little bit proud that I can passed everything and here now. Be a better me. Mungkin memang ada beberapa penyesalan tentang keputusan yang diambil. Ada kesedihan karena beberapa hal tidak sesuai dengan keinginan. Tapi dibanding hal – hal negatif tersebut, ternyata ada banyak kebaikan dan kebahagiaan yang datang. Mungkin tidak dirasakan saat itu, tapi ditunda sampai saat ini. Bahwa ada keputusan yang saya sesali di masa dulu, ternyata itu membawa kebahagiaan untuk masa sekarang.

Mungkin itu yang disebut takdir. Sesuatu yang telah menjadi ketetapan-Nya. Ketika ada hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita, kita merasa Allah tidak adil, padahal nyatanya itu adalah yang terbaik untuk kita. Jangan pernah membenci masa lalu, karena itu adalah bagian dari diri kita saat ini. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang senantiasa bersabar dan bersyukur. Duh malah jadi ceramah.. :D

Nah kan pekerjaan memilah foto yang harusnya bisa selesai dalam waktu singkat, malah jadi makan waktu lama. Anyway, saya nemu beberapa foto di masa lalu yang cukup bikin saya kangen sama orang – orangnya. Sayangnya foto – foto jaman SD, SMP, SMA pada ilang semua L selain kita emang jarang foto, hard disk komputer saya yang dulu.. rusak, ilang deh T__T . Untungnya ada beberapa foto SMA yang saya save di laptop, lumayan lah buat mengenang mereka.

Bersama Yani, Rika, Nana, dan Chandra sebagai Photobomb-nya hha
Dua orang di sisi kanan sudah menikah, Rika bahkan sudah punya momongan.
Duanya lagi masih otw menuju pelaminan :D
Tukang rujak favorit.
Selain rujak biasanya pas pulang sekolah kita beli dulu bacil.
Dan bacilnya kita makan sambil naik andong.. Ah. kangennya.
Abah. Kawan se- SD, SMP, dan SMA.
Pas SD dan SMP kita beda kelas, pas SMA.. 3 tahun kita sekelas terus.
Abah ya kaya abah-abah, always ready kalo cucunya butuh dia.. hha
Termasuk saat cucunya kesulitan mendaki si tandus Gunung Guntur.
Aki. Sama kaya Abah-lah. Kita se-geng futsal SMA (yang ga pernah juara, hha)
Actually dia kawan yang nyebelin sih.. (herannya banyak yang suka).
Mau dia di Bandung, di Bali, di Malaysia, ataupun sekarang di Jakarta,
gakan jauh.. obrolannya pasti tentang cewe.
Tiati.. dia tua-tua keladi hahaha

FamilyGA09 (Eng sebagai photobomb hha).
Ah, itu adalah masa-masa kejayaan tim futsal kita.
Juara 1 Lig a Sipil coy! Abaikan Priyo, Bijang, dan Kenny,
karena mereka sebenernya cuma peramai aja, hha
Ciwi - ciwi GA. Kawan seperjuangan 3 tahun di POLBAN hingga saat ini.
Kalo ngumpul ga pernah bisa diem.
Curhat sana sini sampe bisa baru tidur kalo udah lewat tengah malem.
Itu tuh yang paling bulet pake kerudung biru yang namanya Yulia,
dia mau nikah minggu depan. Perasaan ga percaya sekaligus bangga.
Kisah cinta bak drama korea akhirnya berakhir di pelaminan. Congrats Jul :*
Itu adalah masa-masa awal saya bekerja.
Kawan baru, keluarga baru, suasana baru.
Berat sebenernya kalo flashback tentang keluarga yang satu ini.
Susah senang, sedih gembira, santay stress, kita lalui bersama.
Such a great time with you all.
Piala ayam saya nyebutnya, walaupun sebenernya bukan terbuat dari ayam.
Dia ibarat mata air di tengah gurun pasir.
Cukup membasahi kerongkongan yang kering (walau hanya sementara).

That's the end. Bersama abang - abang dan enci - enci tercinta.
Akhir sekaligus awal untuk saya.
Perpisahan memang tak pernah menyenangkan.
Namun karenanya kita bisa menghargai sebuah pertemuan.

Such a long long looooong.. trip from that moment till now. I am so thankful for everyone who have been together through that. I am so lucky to have you all. You guys, had helping me to find my better self, and I always try to find a better me then. I hope you guys can attend on my big day, next January. Yeay, see u there {}

By the way, next time I’ll try to share my wedding preparation. Maybe that can help YOU… yes you.. that will prepare your big day too. Just wait a bit longer, I’m a little busy right now ^^

Learn from Your Past, Love Your Present, be a Happy YOU, and Great Future is Yours!



13/12/15
21:21
alamrunitis

Gajadi Gojek

Pernah kepikiran buat ngelamar jadi driver gojek. Tapi berdasarkan pengalaman, kalo pergi-pergian ke suatu tempat saya pasti banyak nyasarnya daripada nggak. Dan keterlaluannya, tiap pergi ke ibu kota, saya pasti nyasar terus. 

Hari Jumat kemaren, kejadiannya terulang kembali. Main kesana dan nyasar lagi. Saya pergi dari Bekasi dengan tujuan ke Jakarta adalah ke halte karet. Hari sebelumnya saya udah nanya-nanya sama Oda yang emang udah lama jadi penghuni ibukota. Dia ngasih tahu saya buat naik bis Mayasari Bakti ke Blok M dan turun di halte Polda. Abis itu bisa naik Kopaja atau busway buat sampe ke halte karet. Ngebaca saya yang kebingungan, dia bilang kalo dia bakal jemput saya di halte polda. Saya setuju.

Di hari H, ternyata saya ada barengan dari Bekasi. Temen saya itu ceritanya ngekos di daerah Kuningan. Dia bilang dia juga turun di halte karet. Saya seneng banget, ternyata ada temen dan ga usah ngerepotin Oda.
Sekitar sorean, Oda nanya, "jadi berangkat?". 
Saya bilang, "Jadi, tapi ga usah jemput ya, aku bareng temen ko. Dia turun di halte karet juga."
Dia bilang, "oh, yaudah."

Singkat cerita -yang padahal mah panjang-, naik bis mayasari saya turun di Plaza Semanggi. Naik jembatan yang puanjang itu dan menuju halte. Untungnya saya bareng temen yang emang udah biasa disana, biasa naik busway dan punya kartunya. Karena emang gabisa bayar pake cash, tapi harus e-cash. Info aja, kartunya bisa kita beli seharga Rp 40.000,00 dan nominal yang bisa dipake Rp 20.000,00. Buat yang tinggal di Jakarta, harus banget deh punya kartu ini, dan peta jalur busway tentunya. Tapi kalo yang cuma sesekali main aja, mending nebeng punya temen, hehe.

Untuk nyampe ke halte yang dimaksud temen saya itu, kita sempet 2 kali transit, kalo ga salah. Cukup jauh dari Plaza Semanggi. Sesampainya di halte karet, saya bingung, dari sana saya ke arah kanan atau kiri. Secara langit udah gelap, saya kesulitan mencari Bank Mayapada yang jadi acuannya. Sementara itu, kosan temen saya ini ada di sebelah kanannya halte. Sambil meraba-raba, saya ikut ke arah dia. Jalan dan jalan.. belum kelihatan juga batang bangunannya. Sampe sempet nanya ke satpam, "Pak, kalo Gedung Parkir Mayapada sebelah mana ya?". Dia kebingungan, seperti ditanyai sebuah tempat asing. Padahal mungkin emang asing buat dia, karena dia jawab, "gatau mba, ga pernah denger".

Dari situ saya udah feeling, wah nyasar nih. Telpon dulu ayangbeb lah, hha.
I  : Dit, aku udah di halte karet, tapi ko ga ada Bank Mayapada ya?
A : Tadi abis dari halte, iti belok ke kiri apa ke kanan?
I  : Ke kanan, ke arah kosan temen aku.
A : Salah, harusnya ke kiri, sok balik lagi.

Nah kan nyasar. Mana saya udah nyuruh temen saya duluan. Saya balik lagi ke jembatan dan ngambil arah kiri. Sampe trotoar, masih belum keliatan juga bank-nya. Mulai panik, karena udah malem dan sendirian. Muter sana sini, kanan kiri, ga keliatan bank nya. Panik lagi, panik terus, mungkin saya kurang liburan, hha. 

Saya nelpon Adit, masih panik. 
A : Iti turunnya bener di halte karet kan?
I  : Iya beneran halte karet, orang ada tulisannya ko.
A : Gimana tulisannya?
I  : Nih depan aku ada tulisan, karet kuningan. Bener karet kan?
A : Hah! karet kuningan? Itu mah beda jalur atuh. Yaudah tunggu di situ! Adit jemput.

Dan kemudian saya masuk lagi ke halte, nunggu dijemput. Sekitar 20 menit kemudian, Adit dateng. Masih dengan setelan proyek. Wajahnya senyum, tapi senyum2 nyebelin. Dia nyamperin saya yang lagi antri depan pintu masuk.
A : Iti tau ga, ini tuh ibaratnya Iti dari Lembang, mau ke Cibiru, tapi Iti muter dulu ke Jawa. Jauuuuh!
I  : *nyengir* maaf.
A : Yaudah yu Adit anter ke karet, beneran karet ini mah.

Kitapun muter balik ke arah karet. Cukup lama nunggu bis nya dateng. Beberapa kali transit sampe akhirnya kita nyampe di halte karet. Saya dianter sampe ke kosan karib saya. Itu udah sekitar jam 11. Melelahkan sekali.

***

Besoknya kita ada rencana main ke Monas. Lagi-lagi ini soal nyasar. Ceritanya saya, Yea, dan Oda berangkat duluan, karena Adit masih ada kerjaan. Perjalanan lancar sampe kita bertiga nyampe Monas. Gak lama kemudian Adit ngabarin kalo dia udah deket Monas. Saya bilang, "kita nunggu di taman sebelah kanan Monas ya, nanti ada gerbang yang gede, tapi masuknya lewat gerbang yang kecilnya aja, soalnya kalo yang gede ditutup".

Gak lama kemudian Adit nelpon,
A : Adit udah nyampe Monas, Iti dimana?
I  : Disini, di taman sebelah kanan Monas.
A : Ok.

Jalanan dari gerbang sampe ke taman itu emang cukup jauh, pun panas. Beberapa menit berlalu, Adit nelpon lagi.
A : Dimana? Adit depan pintu masuk Monas.
I  : Hah pintu masuk? Ngapain? Ngantri? Aku kan udah bilang, kita di taman sebelah kanan Monas. Ko malah ke Monasnya.
A : Taman sebelah kanan teh yang mana? Ini di sekeliling Monas taman semua.
I  : Hahaha, oia ya? Sekarang kamu dmn?
A : Ya depan pintu masuk Monas.
I  : Yaudah balik lagi, da kita gakan masuk, penuh.
A : Iti di sebelah mana?
I  : Ini aku depan tulisan Pert****a.
A : Duh muter lagi atuh. Yaudah tunggu disana.

Cuaca lagi terik-teriknya. Matahari tepat di atas kepala dan ga ada tempat buat neduh. Adit ga nyampe-nyampe. Kepala mulai panas, kalo masak telor di atas kepala bisa mateng kayanya. Sambil ngebayangin masak telor, sambil menerka-nerka Adit muter kemana, kok ga nyampe-nyampe. Sayapun tak bisa memprediksikan dia datang dari arah mana, karena emang areanya itu di kelilingi taman. Saya pikir, karena saya bilang saya depan tulisan Pert****a, dia akan datang dari sisi kanan, karena tulisannya emang ada di sebelah kanan saya.

Gak lama kemudian, dia datang. Tapi berlawanan dengan prediksi saya. Dia datang dari sisi sebelah kiri. Mungkin dia muter. hahaha.. Wajahnya yang lesu, langsung nyamperin saya.
A : Haduuh ngasih arahan teh ga bener. tau Iti disini mah Adit ga usah muter-muter.
I  : Emang kamu di sebelah mana? Kenapa dateng dari sana? Da aku...
A : Udah yu, kita samperin Oda sama Yea.
I  : Aduh bentar, kita ke arah mana ya, aku lupa.
A : Kok bisa lupa sih, kan tadi dari sana.
I  : Ya kaya yang kamu bilang, semuanya tampak sama, jadi bingung.

Sambil nginget-nginget jalan, saya berusaha mengingat tempat Oda sama Yea nunggu. Saya pun heran, ko bisa sampe hilang arah gini. Gampang banget nyasar. Padahal tempatnya masih disitu-situ aja. Setelah beberapa saat muter-muter, akhirnya ketemu juga Oda sama Yea. Mereka keheranan kok kita lama banget. Ya kita jawab, "biasa, nyasar -__-".

Saking seringnya nyasar, hari kemaren dan hari-hari sebelumnya, dia sampe bilang, "Iti mah navigasinya jelek, nyasar terus!". Yah kalo udah kaya gini mah apadaya.

"Sempet kepikiran buat jadi driver gojek. Tapi gajadi ah, navigasinya jelek."

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mengurungkan niat untuk jadi driver Gojek. Daripada nyasarin orang, mending saya nyasar sendiri, ato nyasar bareng Adit.. hahaha!

Monas - Monumen Nasional

alamrunitis
17/09/15
12:15


I DO, Aditya !

Aditya pas di Darajat Pass, pas di hati saya ^^

















Dia..
Dia mah biasa aja..
Temen sekelas selama 3 tahun kuliah di POLBAN..


Dia...
...
...
...
...
...
...

Dia..
Ah.. Dia mah biasa aja..
...

Yang luar biasa..
Dia melamar saya,
dan minta saya......
buat nikah sama dia.

Full Team, yay!








With him..
I think.. I don't have to think.
I just can say... "I DO I DO I DO!" hehehe


alamrunitis
27/08/15
17:18